Pare Diketahui Bisa Membunuh Sel Kanker pada Beberapa Jenis Tertentu

Pare Diketahui Bisa Membunuh Sel Kanker Pada Beberapa Jenis Tertentu

Pare merupakan salah satu sayuran dengan rasa pahit cukup banyak diolah dalam berbagai makanan di Indonesia. Siapa yang mengira bahwa sayuran yang satu ini memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi.

Sayuran ini dapat memenuhi 93 persen kebutuhan vitamin C harian. Selain nutrisi di dalamnya juga memenuhi 44 persen vitamin A dan 8 persen dari serat.

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa pare juga memiliki manfaat untuk penyakit lain. Dilansir dari Medis harian, temuan terbaru mengungkapkan bahwa pare bisa membantu melawan kanker.

Hal tersebut diungkapkan oleh penelitian yang dilakukan oleh Rachael Ray dari Saint Louis University, USA. Sebelumnya, ia melakukan sejumlah percobaan laboratorium pada tikus dan menegaskan bahwa pare dapat menurunkan risiko kanker lidah. Manfaat ini dapat diperoleh baik dari konsumsi pare dalam berbagai jenis olahaan baik dikukus, digoreng, atau sebagai smoothie.

“Produk alami memiliki peran penting dalam penemuan dan pengembangan sejumlah obat pagu penganan berbagai jenis penyakit mematikan termasuk kanker. Oleh karena itu, penggunaan produk alami sebagai pencegahan penyakit sangatlah penting,” terang Ratna Ray.

Pada penelitian terbarunya, esktrak pare ini disebut dapat bermanfaat bagi penanganan kanker. Secara khusus dalam percobaan yang dilakukan terhadap tikus, sel kanker di payudara, leher, kepala, dan prostat diteliti dan tampak bahwa mereka berhenti berkembang usai mengonsumsi pare.

Peneliti mencoba untuk mempelajari bagaimana ektrak pare mampu membunuh sel kanker. Pare diketahui mampu membatasi respons molekul yang membawa glukosa dan lemak melalui jalur metabolisme dalam tubuh yang juga bisa membuat kanker menyebar. Molekul ini dapat mematikan sejumlah sel kanker dengan menarget sel secara spesifik.

“Sejumlah percobaan yang kami lakukan pada hewan memberi hasil yang serupa, yaitu sekitar 50 persen penurunan tumor,” terang Ray.

“Langkah selanjutnya yang perlu kami lakukan adalah dengan melakukan percobaan pada pasien kanker untuk mengetahui apakah pare memiliki manfaat klinis dan menjanjikan sebagai terapi pada perawatan kami saat ini,” sambungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *